
PUNCAK BAKTI SOSIAL AKBAR LOTUS LIGHT CHARITY SOCIETY VIHARA VAJRA PADMA SUCI DI DESA LAMUK: MEMADUKAN SEMANGAT WAISAK, VIRYA, DAN WELAS ASIH DALAM TINDAKAN NYATA
RANGKAIAN BAKTI SOSIAL LLCS VIHARA VAJRA PADMA SUCI (SESI 4)
LAMUK, JAWA TENGAH — Setelah menempuh perjalanan panjang menebarkan semangat cinta kasih di Pati, Jepara, dan Bedono, estafet bakti sosial akbar yang diselenggarakan oleh Lotus Light Charity Society (LLCS) Vihara Vajra Padma Suci akhirnya mencapai puncaknya di Desa Lamuk. Selama dua hari, pada 7–8 Juni 2026, Vihara Vajra Bumi Satya Dharma Virya di Dusun Lamuk, Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, menjadi saksi pertemuan antara spiritualitas, budaya, dan pengabdian sosial yang berpadu dalam satu semangat yang sama, yaitu melayani sesama dengan hati yang penuh welas asih.
Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-82 Dharmaraja Liansheng. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini merupakan ungkapan bakti dan doa tulus dari para siswa Zhenfo Zong di berbagai negara untuk memohon agar Mahaguru senantiasa sehat, panjang umur, terus memutar Cakra Dharma, dan menetap di dunia demi membimbing dan menyelamatkan para makhluk yang tak terhingga jumlahnya.
Waisak: Mengingat Cahaya yang Pernah Menyinari Dunia
Hari pertama, Minggu, 7 Juni 2026, suasana vihara telah dipenuhi oleh sekitar 1.400 orang siswa dan non-siswa Zhenfo Zong yang datang dari berbagai daerah. Sejak pagi hari, umat berkumpul dalam suasana khidmat untuk mengikuti Upacara Trimula Puja Mahadewi Yaochi yang dipimpin oleh Acarya Lian Yue dari Taiwan.
Persembahan yang begitu melimpah di altar Mandala, semuanya dipersembahkan sebagai doa untuk memohon agar Buddha Guru Dharmaraja Liansheng senantiasa menetap di dunia, memancarkan cahaya Dharma untuk menerangi umat manusia yang masih memerlukan bimbingan ajaran Buddhadharma.
Memasuki peringatan Tri Suci Waisak, Acarya Lian Jin memimpin prosesi Pemandian Rupang Buddha Sakyamuni, sebuah ritual yang mengingatkan umat untuk tidak hanya membersihkan tubuh, tetapi juga membersihkan batin dari keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.
Di tengah derasnya arus perubahan dunia modern, Waisak kembali mengingatkan bahwa lebih dari 2.600 tahun yang lalu, seorang manusia agung telah menunjukkan jalan menuju kebebasan sejati melalui kebijaksanaan dan welas asih. Cahaya itu hingga hari ini masih terus diwariskan melalui ajaran Dharma.
Semangat Virya: Tidak Menyerah Menghadapi Dinamika Kehidupan
Salah satu momen yang paling menginspirasi adalah Dharmadesana yang disampaikan oleh Acarya Lian Jin. Mengacu pada nama ViharaVajra Bumi Satya Dharma Virya, beliau mengangkat tema tentang Virya, yaitu semangat ketekunan dan daya juang yang tidak pernah menyerah.
Beliau mengingatkan bahwa kehidupan setiap orang tidak pernah lepas dari ujian. Ada saat-saat ketika kesehatan menurun, usaha mengalami kegagalan, hubungan mengalami perpecahan, atau karma buruk berbuah dalam bentuk penderitaan. Namun justru di tengah kondisi seperti itulah semangat Virya harus dibangkitkan.
“Ingatlah pada semangat virya dan ketekunan Sang Buddha serta Mahaguru kita; Mereka akhirnya mampu mencapai Kebuddhaan. Sama seperti kita, karena semua makhluk memiliki Buddhata atau sifat Kebuddhaan. Jika kita bisa menjalankan Sad-Paramita (Enam Kesempurnaan) dengan semangat virya, maka suatu hari nanti kita juga pasti bisa mencapai Kebuddhaan,” tambah beliau, memberikan suntikan motivasi spiritual kepada ribuan umat yang hadir.
Harmoni yang Menyatukan Berbagai Elemen Masyarakat
Peringatan Waisak dan kegiatan bakti sosial di Desa Lamuk ini ini juga memperlihatkan indahnya semangat kebersamaan dan kerukunan. Turut hadir jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lintas agama yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini:
• Bapak Agus Setiawan, S.E. (Bupati Temanggung)
• Bapak Karbono, S.Ag. (Pembimas Buddha Provinsi Jawa Tengah)
• Ibu Juli Riastyana, S.Sos., M.M. (Camat Kaloran)
• Bapak Siswanta, S.Ag. (Penyelenggara Bimas Buddha Kemenag Kabupaten Temanggung)
• Bapak Didik Agus Susilo (Kepala Desa Kalimanggis)
Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti bahwa nilai-nilai welas asih, persaudaraan, dan kepedulian sosial mampu menjadi jembatan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Malam harinya, suasana berubah menjadi penuh sukacita melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya yang dibawakan oleh para siswa muda-mudi Vihara Vajra Bumi Satya Dharma Virya.
Ketika Welas Asih Menjadi Perbuatan Nyata
Keesokan harinya, Senin, 8 Juni 2026, nilai-nilai yang telah direnungkan selama perayaan Waisak diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebanyak 1.000 paket sembako dibagikan kepada para umat dan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, 100 unit kacamata gratis disalurkan guna membantu meningkatkan kualitas penglihatan warga sekitar.
Tidak berhenti di situ, rombongan LLCS juga mengunjungi sekolah dasar yang berada di sekitar vihara. Dalam kunjungan tersebut, Acarya Lian Yang menyerahkan bantuan berupa buku-buku pendidikan serta karpet baru untuk aula sekolah yang digunakan sebagai tempat meditasi dan pembinaan siswa.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan masyarakat. Namun perhatian, kepedulian, dan kasih sayang yang menyertainya sering kali meninggalkan kesan yang jauh lebih besar daripada nilai materi itu sendiri. Di balik setiap paket sembako terdapat ketulusan para donatur. Di balik setiap bantuan pendidikan terdapat harapan akan masa depan yang lebih baik. Dan di balik seluruh rangkaian kegiatan ini mengalir doa yang sama: semoga semakin banyak insan dapat merasakan manfaat dan berjodoh dengan Buddhadharma serta memperoleh kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Menutup Perjalanan, Membuka Harapan Baru
Desa Lamuk menjadi titik akhir dari rangkaian Bakti Sosial Akbar LLCS Vihara Vajra Padma Suci di Jawa Tengah. Namun sesungguhnya, kegiatan ini bukanlah sebuah akhir. Sebaliknya, ia menjadi awal dari semakin luasnya jalinan kasih dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui semangat Virya yang tidak pernah padam, para relawan, donatur, dan umat telah menunjukkan bahwa Dharma tidak hanya diwujudkan dalam doa dan ritual, tetapi juga dalam keberanian untuk hadir bagi sesama yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebajikan yang paling indah adalah ia yang mampu memberikan uluran tangan, menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi kehidupan sesama.
Semoga semangat welas asih Mahaguru Dharmaraja Liansheng yang telah ditanam melalui kegiatan ini dapat terus hidup di dalam hati setiap orang, membawa kebahagiaan bagi masyarakat, mempererat persaudaraan antarumat, serta menjadi persembahan terbaik untuk kesehatan, panjang umur, dan keberlangsungan pembabaran Dharma oleh Mahaguru Dharmaraja Liansheng di dunia saha ini.
Uluran Tangan untuk Sesama
Sekecil apa pun bantuan yang Anda berikan, akan menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan
LLCS INDONESIA
TRUE LOVE CHANGES LIVES
FOLLOW US ON


















