
Di Tengah Luka yang Belum Sepenuhnya Pulih: Aksi Kepedulian LLCS Indonesia Bersama Vihara Satya Buddha Purnama melalui Program “Peduli Sumatera” di Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG, ACEH – Bencana dapat datang hanya dalam hitungan jam, namun luka dan dampak yang ditinggalkan sering kali membutuhkan waktu yang panjang untuk pulih. Berangkat dari kesadaran akan proses pemulihan yang tidak singkat tersebut, Lotus Light Charity Society (LLCS) Indonesia bersama Vihara Satya Buddha Purnama Purnama (圓月雷藏寺) menggelar kegiatan Bakti Sosial Peduli Sumatera pada 12 Januari 2026, bertempat di Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan pendampingan kasih bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus bentuk kehadiran nyata welas asih di tengah masa pemulihan yang penuh tantangan.
Bakti sosial ini merupakan perwujudan dari Mahawelas Asih Mahaguru Liansheng, yang senantiasa hadir melalui tangan-tangan kebajikan para murid dan umatnya. Melalui kegiatan ini, kasih dan kepedulian menjangkau mereka yang sedang berjuang bangkit dari keterbatasan, kehilangan, serta penderitaan akibat bencana.
Dalam pelaksanaannya, berbagai bantuan kebutuhan pokok disalurkan kepada masyarakat terdampak, antara lain:
- Beras sebanyak 2.000 kg
- Mi instan 2.000 bungkus
- Sereal 2.400 bungkus
- Sarden 450 kaleng
- Roti panggang 500 pcs
- Kasur 150 unit
- Selimut 150 lembar
- Kelambu 100 buah
- Serta berbagai bantuan kebutuhan lainnya
Setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga menjadi simbol penguatan batin. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa di tengah masa sulit, masih ada kepedulian, perhatian, dan harapan yang menyertai langkah masyarakat dalam proses pemulihan kehidupan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bhiksu Shi Lian Sui, Ketua Lotus Light Charity Society (LLCS) Indonesia, yang secara khusus hadir langsung dari Pontianak. Kehadiran beliau menjadi penegasan komitmen LLCS Indonesia untuk hadir tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, penguatan batin, serta perhatian penuh kasih kepada masyarakat terdampak.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini dirangkai dengan pembagian makan siang gratis. Sebelum makanan dibagikan, dipimpin doa makan secara Tantrayana Zhenfozong, diiringi lantunan Mantra Padmakumara yang mengalun lembut. Doa dipanjatkan dengan semangat cinta kasih universal, tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.
Dalam kebersamaan yang sederhana namun sarat makna tersebut, terjalin kembali kehangatan, ketenangan, dan rasa saling menguatkan. Mantra, senyum, serta kebersamaan berpadu menjadi satu, menegaskan bahwa welas asih adalah bahasa universal yang mampu menyentuh hati siapa pun.
Semoga seluruh kebajikan yang terhimpun melalui kegiatan bakti sosial ini dilimpahkan jasanya kepada Mahaguru Liansheng, semoga senantiasa sehat walafiat, panjang umur, dan terus menetap membabarkan Dharma. Dengan penuh hormat pula dipanjatkan doa agar Buddha senantiasa menetap di dunia, membimbing umat dan seluruh makhluk menuju kedamaian, kebijaksanaan, serta kebahagiaan sejati.






