
Rangkaian Bakti Sosial “PEDULI SUMATERA” oleh LLCS Cetiya Maha Padminiloka (30 November – 28 Desember 2025): Penyaluran Bantuan Darurat Pascabanjir sebagai Wujud Kepedulian dan Solidaritas
Akhir November 2025, hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Sumatera dengan intensitas yang sangat tinggi. Curah hujan yang terus meningkat secara signifikan menyebabkan meluapnya sungai-sungai, sehingga terjadi banjir besar yang melanda berbagai daerah penting, termasuk Medan, Tanjung Pura, Aceh Tamiang, Kuala Simpang, Aceh Utara, dan Tapanuli. Banjir ini tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan utama, jembatan, dan transportasi lokal sehingga banyak desa menjadi terisolasi. Dampak dari bencana ini sangat terasa bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan pemukiman padat, yang sehari-hari sudah menghadapi keterbatasan sumber daya. Dalam kondisi darurat seperti ini, kebutuhan akan bantuan logistik, makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi sangat mendesak untuk menyelamatkan banyak nyawa dan meringankan penderitaan warga terdampak.
Menyadari betapa kritisnya situasi tersebut, Cetiya Maha Padminiloka (實善堂) segera mengambil inisiatif untuk mengorganisasi bantuan darurat. Kegiatan distribusi bantuan ini berlangsung selama hampir satu bulan penuh, mulai 30 November hingga 28 Desember 2025, melibatkan relawan dan umat yang berkomitmen turun langsung ke lapangan. Setiap relawan dilengkapi dengan peralatan keamanan dan logistik, serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat untuk memastikan proses distribusi berlangsung aman dan tepat sasaran. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, jumlah warga terdampak, serta jenis bantuan yang paling dibutuhkan. Langkah cepat ini menunjukkan kesigapan Cetiya Maha Padminiloka dalam merespons bencana serta tekad untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis.
Tahap pertama bantuan diarahkan ke Tanjung Pura, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu wilayah terparah terdampak banjir. Kegiatan berlangsung pada 30 November hingga 1 Desember 2025, saat air masih menggenangi sebagian besar pemukiman dan jalan-jalan utama. Tim relawan Cetiya Maha Padminiloka harus menempuh perjalanan hampir dua jam dengan berjalan kaki melewati genangan air yang masih deras, membawa paket sembako dan bantuan medis menuju rumah-rumah warga terdampak. Medan yang menantang, termasuk arus air yang kuat dan risiko keselamatan, membuat proses distribusi menjadi penuh tantangan. Selain itu, tim juga menghadapi risiko kerumunan dan potensi percobaan penjarahan, yang menuntut koordinasi ketat dan kewaspadaan tinggi. Meski begitu, berkat kerja sama yang solid, semua paket bantuan berhasil disalurkan dengan aman, memberikan sedikit kelegaan dan harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
Selanjutnya, pada 2 Desember 2025, tim Cetiya Maha Padminiloka bergerak ke wilayah Aceh Tamiang dan Kuala Simpang, Aceh. Pada tahap ini, distribusi bantuan dilakukan bekerja sama dengan DNL Group, yang memiliki keterkaitan keluarga dengan beberapa umat Cetiya Maha Padminiloka, sehingga koordinasi logistik bisa lebih cepat dan efisien. Bantuan yang diberikan mencakup obat-obatan, tangki air bersih, serta peralatan kesehatan untuk meminimalkan risiko penyakit akibat banjir. Mengingat beberapa desa sulit dijangkau melalui jalur darat, tim menggunakan jalur laut dengan pengawasan ketat aparat pemerintah, termasuk memastikan setiap paket disimpan dengan aman di perahu dan diantarkan ke titik distribusi. Kehadiran Gubernur Aceh, Bapak Mualem, di beberapa lokasi juga menambah semangat warga dan relawan, sekaligus memberikan apresiasi langsung kepada para donatur dan relawan atas kepedulian mereka terhadap masyarakat terdampak.
Selain menyalurkan bantuan bagi masyarakat umum, Cetiya Maha Padminiloka juga memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak di panti asuhan yang ikut terdampak banjir. Di Medan, Sumatera Utara, empat panti asuhan menerima paket sembako dan berbagai kebutuhan dasar yang memungkinkan mereka bertahan di tengah situasi sulit. Anak-anak menerima bantuan dengan sukacita, tertawa, dan menunjukkan ekspresi lega karena kebutuhan mereka sebagian terpenuhi. Momen ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mereka, tetapi juga menjadi pengingat bagi relawan dan donatur bahwa kepedulian tulus bisa membawa kebahagiaan dan harapan bagi mereka yang paling rentan. Ucapan terima kasih dari yayasan panti asuhan pun mengalir dengan tulus, disertai doa agar para relawan dan donatur selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Selama kegiatan bakti sosial dari 30 November hingga 28 Desember 2025, Cetiya Maha Padminiloka menyalurkan berbagai jenis bantuan yang sangat beragam, antara lain:
Tangki air untuk kebutuhan minum dan memasak di rumah warga terdampak.
Obat-obatan untuk penanganan kesehatan darurat dan pencegahan penyakit pascabanjir.
Alat kesehatan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan warga di lokasi terdampak.
Beras sebanyak 145 goni (setara 725 kg).
Sarden kalengan sebanyak 14 karton (480 kg).
Mie instan sebanyak 110 karton (4.400 bungkus).
Biskuit sebanyak 65 karton (1.360 bungkus).
Vitamin botol sebanyak 14 karton (336 botol, ukuran 600 ml).
Vitamin cup sebanyak 3 karton (144 cup).
Amos botol sebanyak 30 karton (720 botol, ukuran 600 ml).
Kismis sebanyak 1 karton (144 kotak).
Sereal sebanyak 31 bungkus (620 bungkus).
Lilin sebanyak 4 karton (5.760 batang).
Masker sebanyak 3 karton.
Pakaian (baju & celana) sebanyak 4 karton.
Sabun mandi sebanyak 200 batang.
Sabun cuci pakaian sebanyak 164 batang.
Tahap terakhir penyaluran bantuan dilakukan di Aceh Utara, Aceh, pada 28 Desember 2025. Kondisi medan yang masih sulit membuat tim tidak bisa mengandalkan jalur darat, sehingga seluruh bantuan diangkut menggunakan pesawat Hercules. Setiap paket bantuan ditimbang secara teliti satu per satu sebelum dibagikan kepada warga, untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Meskipun menghadapi tantangan berat seperti medan yang sulit, curah hujan yang masih tinggi, dan keterbatasan akses, tim relawan berhasil menyalurkan bantuan secara efisien. Hal ini menunjukkan dedikasi Cetiya Maha Padminiloka dalam menjangkau wilayah yang paling sulit sekalipun, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari perhatian dan bantuan kemanusiaan.
Kegiatan sosial ini dilakukan selama beberapa tahap agar bantuan bisa disalurkan secara merata dan tepat waktu. Dari Tanjung Pura hingga Aceh Utara, tim relawan menghadapi tantangan medan yang sulit, mulai dari air yang tinggi, jalan terputus, hingga pengiriman barang melalui laut dan udara. Semua ini dilakukan demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Sejak awal hujan deras melanda Sumatera pada 25–27 November 2025, Shi Shan Tang bergerak cepat merespons bencana. Kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan oleh Shi Shan Tang dan para relawannya menjadi bukti nyata bahwa dalam menghadapi bencana, kebersamaan dan kasih sayang mampu membawa harapan baru, meringankan penderitaan warga terdampak, dan memperkuat rasa kemanusiaan di tengah krisis.



















